Persebaran Salinitas Laut Dunia

Salinitas adalah tingkat kandungan garam terlarut dalam air. Sebaran salinitas dunia sangat berkaitan dengan latitude. Dalam satu kilogram air laut ditemukan 965 gram air dan 35 gram garam, sehingga rata-rata salinitas laut di dunia sekitar 35‰ (Duxbury, 2002). Secara umum, salinitas terendah terdapat pada 40 – 50O LS. Daerah ini merupakan daerah dingin dan daerah penghujan. Salinitas yang tinggi dapat ditemukan pada daerah dengan tingkat evaporasi yang tinggi dan curah hujan sedikit. Salinitas tinggi tersebut dapat ditemukan pada 25O LU dan 25O LS (Duxbury, 2002).

Indonesia termasuk daerah dengan salinitas yang tergolong rendah walaupun terdapat di daerah tropis. Intensitas matahari tidak dapat menjadi parameter utama dalam mengenali persebaran tingkat salinitas air laut. Indonesia dan daerah tropis lainnya memiliki lama penyinaran matahari yang paling tinggi, tetapi curah hujannya juga tinggi. Curah hujan tinggi menyebabkan persentase air dalam air laut semakin bertambah sehingga kadar garam terlarutnya semakin kecil. Berdasarkan letak lintangnya, daerah dengan salinitas tinggi adalah daerah lintang 25O – 30O di kedua belahan bumi. Jika berdasarkan iklimnya, daerah yang terletak pada lintang tersebut beriklim subtropis. Daerah dengan iklim ini cukup banyak menerima sinar matahari, tetapi jarang terjadi hujan. Rata-rata daerah dengan iklim subtropis ini juga telah memiliki empat musim, tidak seperti daerah tropis. Daerah dengan curah hujannya sedikit tetapi lama penyinaran mataharinya cukup tinggi, sering dikenal dengan sebutan daerah kering, sedangkan daerah tropis sering disebut lembab (curah hujan tinggi atau penyinaran matahari sedikit). Nilai kering-lembabnya suatu daerah dapat diperoleh dengan mencari selisih evaporasi (penguapan) dengan presipitasinya (hujan). Daerah dengan selisih keduanya berkisar antara 0 – 50 disebut kering, sedangkan daerah dengan selisih keduanya 0 – ( – 50) disebut lembab. Berdasarkan fakta-fakta tersebut, dapat diketahui parameter-parameter utama dalam menentukan daerah dengan salinitas tertinggi adalah daerah beriklim sedang dan daerah dengan nilai evaporasi dikurangi presipitasinya tertinggi.

Peta persebaran salinitas dunia (pada ilustrasi tulisan ini) diperoleh dari situs http://www.smos-bec.icm.csic.es/improved_smos_salinity_maps_generated_at_smos_bec yang dalam pemetaannya menggunakan SMOS Barcelona Expert Centre (BEC). SMOS yang dibangun di BEC ini telah menggunakan prosesor L1, L2, dan L3 dan beroperasi di DPGS dan CP34.

 

Referensi :

Duxbury, Alison B, 2002, Fundamentals of Oceanography, McGraw-Hill Companies, USA

http://www.smos-bec.icm.csic.es/improved_smos_salinity_maps_generated_at_smos_bec

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s