Balada anak manja

Anak itu tidak ingin tangannya kotor menyentuh lantai. Dia selalu berada di gendongan ibunya sembari kaos kaki membungkus kakinya yang kecil itu. Rengekan dari mulutnya keluar saat dia merasa bosan. Berharap diperhatikan, dia merengek lebih keras lagi.

Ketika umurnya hampir menginjak masa pubertas, anak itu kian menjadi. Dia ingin dibelikan segala sesuatu yang dimiliki oleh teman sebayanya. Tidak memilikinya membuat dia mati gaya saat nongkrong cekikikan bersama sohibnya. Rengekan itu kembali terdengar lagi di rumah dengan tiga orang penghuni. Kali ini, dia merengek tidak karena dia merasa bosan dan ingin diperhatikan, dia ingin merasa sama dengan temannya.

Umurnya sudah sangat mengerti apa itu pubertas. Tak jarang ia mengalami pertengkaran sepele dengan teman sepantarannya. Terkadang, dia yang memulai pertengkaran itu, kadang pula dia tak tau menahu apa yang terjadi dan akhirnya dia pun terlibat. Hingga tiba saatnya, dia pulang ke rumah dengan badan memerah dan bekas genangan air mata di kantong matanya. Tak lama setelah melihat wajah kedua orangtuanya yang terlihat kaget saat melihat dia di depan rumah, air matanya terproduksi kembali dan suara rengekan itu muncul kembali. Kali ini, dia merengek bukan karena merasa bosan, ingin diperhatikan, ataupun ingin merasa sama dengan temannya. Dia ingin mendapat pembelaan.

Remaja istilahnya. Saat ini anak itu sudah remaja hampir menginjak dewasa. Anak itu sudah mulai mengenal apa yang dinamakan cinta pada level keremajaannya. Tertarik dengan perempuan berambut panjang dengan senyum yang sangat manis itu, dia mencoba berbagai macam usaha untuk melakukan langkah yang istilah kerennya PDKT. Namun, sialnya dia kerap mendapat gertakan dan ancaman dari teman lelakinya yang sedikit lebih perkasa dari dirinya. Perempuan cantik memang banyak yang mengingini. Dia kembali ke rumah dengan muka kecut dan muram, kemudian merengek dalam kamarnya. Kali ini dia berusaha memberitahukan rengekannya kepada orangtuanya tanpa harus bertatap muka. Dia sudah tau apa itu malu dan manja. Rengekannya adalah rengekan ingin berbagi cerita.

Anak itu akhirnya sudah dewasa. Dia memilih untuk merantau, hidup jauh dari orangtuannya. Di hari kepergiaannya, mereka semua tersenyum dengan kesedihan yang mendalam. Rasa cemas selalu membuat hati bundanya berdebar kencang.

Di perantauan, sangatlah sering anak itu berkomunikasi dengan orangtuanya lewat handphone. Suatu hari, handphone sang ibu berdering di waktu yang tak biasanya untuk anaknya menelepon. Suara yang lemas keluar dari alat komunikasi itu sontak membuat sang ibu sangat cemas. Tak lama, rengekan kembali terdengar dari handphone itu. Kala ini, rengekannya adalah rengekan rindu.

~Anak manja yang sedang merindu

Advertisements

2 thoughts on “Balada anak manja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s