Rasa yang mentah

Semalam, untuk kesekian kalinya aku mendengar tangismu lewat tulisan di dunia virtual ini tentang dirinya. Dirinya yang selalu membuatmu nyaman, senang, dan katamu kamu telah menolak sederetan manusia karna kembalinya dia ke dalam duniamu. Seketika mendengar tangismu malam itu, aku terdiam dua detik untuk memikirkan kata-kata untuk menghibur hatimu itu. Namun, dua detik kemudian pula,…